TOK

TOK sering disebut Tahap Orientasi Kerasulan atau Tahun Orientasi Kerasulan yang dijalankan oleh skolastik Jesuit selama (kurang lebih) 2 tahun. Apa yang sudah diperoleh sejak masa Novisiat sampai dengan studi filsafat menjadi dasar bagi masa TOK. Dalam rentang waktu ini mereka diterjunkan secara langsung ke berbagai bidang karya kerasulan yang dikelola oleh Serikat Jesus Provinsi Indonesia.

Karya kerasulan yang biasa menjadi tempat untuk para TOKer adalah : “Universitas Sanata Dharma (Yogyakarta), Yayasan Kanisius (Pusat dan cabang-cabangnya), Kolese-kolese Jesuit (Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Nabire). TOK bertujuan agar skolastik mencapai integrasi ganda yang semakin mendalam: integrasi pribadi atas semua unsur hakiki hidup Jesuit, yaitu hidup rohani, perkembangan pribadi, hidup studi, hidup komunitas, juga integrasi diri ke dalam tubuh apostolis Serikat Jesus. Pada masa TOK skolastik benar-benar terlibat penuh dalam karya kerasulan Serikat dan hidup dalam komunitas karya di mana mereka ditempatkan. Apa yang mereka kerjakan selama masa TOK memang belum mencerminkan bahwa di masa mendatang karya kerasulan skolastik tersebut akan sama dengan apa yang saat ini mereka kerjakan.

Pada akhir masa TOK skolastik diharapkan dapat bersatu dengan Serikat yang nyata, dan hatinya disemangati oleh keinginan untuk merasul kemana pun ia diutus. Ia diharapkan telah mampu bergaul dan bekerja sama secara dewasa baik dengan sesama Jesuit maupun dengan non-Jesuit, mandiri berlandaskan semangat kerasulan Serikat dan memunyai kedewasaan afektif emosional. Tidak kalah penting adalah ia memiliki irama praksis hidup doa, karya dan komunitas serta bertekad untuk hidup berkaul religius.