|
|
|
Injil dan bacaan kedua Minggu Biasa XXIII 7 Sept 2008 (Mat 18:15-20 Rom 13:8-10) |
|
UMAT YANG DEWASA
Rekan-rekan yang budiman,
Disebutkan dalam Mat 18:15-20, bila seorang saudara didapati berbuat dosa, hendaknya ia diberi tahu mengenai kesalahannya secara perorangan terlebih dahulu. Jika tidak ada hasilnya, sebaiknya ia dinasihati di hadapan saksi. Kalau tetap tidak peduli, barulah perlu ia dibawa ke sidang umat. Injil yang dibacakan pada hari Minggu Biasa XXIII tahun A ini lebih luas dari pada sekadar mengajarkan cara-cara menegur kesalahan atau berprihatin tentang orang lain. Tujuan utamanya ialah membangun komunitas pengikut Yesus yang saling menopang. Diketengahkan bagaimana umat dapat semakin dewasa berkat adanya perhatian satu sama lain, juga dalam menunjukkan kekeliruan.
Akan diulas pula bagaimana dalam bacaan kedua (Rom 13:8-10) Paulus berusaha membuat orang yang mengenal macam-macam aturan Taurat sampai pada inti yang dimaksudkan Taurat itu sendiri. PELBAGAI CARA MEMBANGUN UMAT Injil hari ini termasuk salah satu himbauan untuk membangun umat yang dikumpulkan dalam Mat 18:1-35 Pertama-tama ditonjolkan pentingnya sikap tidak mementingkan diri sendiri (18:1-5 disebut dalam cara bicara Injil, bersikap sebagai "anak kecil"). Hukuman besar akan dialami orang yang kurang menghargai sikap ini (18:6-11). Yang kehilangan arah hendaknya sungguh ditolong agar bisa berada bersama kembali bersama umat (18:12-14 "domba yang hilang"). Karena itu perlu diusahakan agar yang salah ditegur dengan penuh perhatian (petikan hari ini, 18:15-20). Akhirnya juga perlu dipupuk sikap pengampun yang seikhlas-ikhlasnya (18:21-35). |
|
Read more...
|
|
|
YESUS, KRISTUS dan PAULUS - SEBUAH SARAN BAGI BULAN KITAB SUCI
Dalam syahadat para rasul diungkapkan, "Aku percaya...akan Yesus Kristus, PutraNya yang tunggal, Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria, menderita sengsara di bawah Ponsius Pilatus, disalibkan dan wafat dan dimakamkan, turun ke tempat penantian, bangkit pada hari ketiga...." Tentang masa hidupnya sebagai tokoh Galilea yang dikenal banyak orang itu tidak dicantumkan seluk beluknya. Bukannya dikecilkan artinya. Yang hendak diungkapkan, semua yang terjadi semasa pelayanan Yesus dari Galilea sampai ke Yerusalem justru ditampilkan dalam kaitannya dengan kejadian-kejadian akhir di Yerusalem: sengsara, penyaliban, wafat dan kebangkitan. Di situlah mulai tampak Yesus sang Kristus yang diimani orang kristen. Masalah ini digumuli oleh para pengikut Yesus pada masa awal.
Dalam banyak hal masalah di atas muncul kembali di masa kini karena minat akan akar-akar budaya kekristenan di dunia Yahudi masa itu, masa pergolakan politik dan kepercayaan. Yesus ialah salah satu tokoh yang muncul di masa itu. Karena itu banyak didalami "Yesusnya sejarah": siapa dia yang sedemikian tenar itu dalam menurut kacamata sejarah, bagaimana mengerti gerakannya dari sudut analisis masyarakat waktu itu, apa pandangannya mengenai bermasyarakat. Singkatnya, siapa tokoh Yesus orang Nazaret yang tenar di Galilea dan menemukan nasib tragis di Yerusalem itu. Lebih dari seabad yang silam "Yesus-nya sejarah" mulai dengan tajam dibedakan dengan "Kristusnya iman". Karena para pendamping umat juga kebanyakan belajar kristologi yang berkembang dengan dua kutub itu, maka dalam pendampingan dan pemikiran pastoral kedua sisi itu juga muncul. Dan baik begitu. Kristusnya pewartaan Injil akan terapung-apung mengawang bila tidak dikaitkan dengan Yesus-nya sejarah, dan sebaliknya Yesus-nya sejarah tak banyak artinya bagi iman bila tidak jadi Kristusnya Warta Gembira yang diimani. |
|
Read more...
|
|
|
Dalam Segala, Mengasihi dan Melayani Anugerah sakramen imamat yang pada hari boleh kami terima pertama-tama bukanlah rahmat “personal”, namun kami mengalaminya lebih-lebih sebagai rahmat “komunal” atau—istilah keren-nya—“ekklesial”. Kalau dalam negara demokrasi ada slogan “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat”, bolehlah kami bilang imamat ini “dari umat, dalam umat, untuk umat” (bdk. Ibr 5,1). Tuhan memanggil kami dari keluarga-keluarga dalam umat, kami tumbuh dan menempuh formasi imamat di tengah-tengah komunitas umat beriman, dan akhirnya setelah tahbisan ini kami pun akan diutus untuk melayani dan bekerja bersama seluruh kaum beriman dalam Gereja-Nya. |
|
Read more...
|
|
| | << Start < Prev 1 2 Next > End >>
| | Results 1 - 8 of 9 |
|
|
Pojok Ignatian |
|
" Tak ada seorang Jesuit pun boleh merasa bahwa dirinya dikecualikan dari hal yang sangat menyolok ini: yakni pengakuan bahwa dirinya adalah hamba perutusan Kristus. " P Peter-Hans Kolvenbach, S.J. |
|
|
Dari Argopuro 24 |
|
|
|
|